Yogyakarta, Indonesia, (4/12/2018)—Diskusi Panel yang diselenggarakan oleh BCTN 1.0 Akar di Sahid Jaya Hotel & Convention, Yogyakarta pada tanggal 7 Desember ini akan dibagi menjadi dua sesi dengan topik yang berbeda tetapi saling berkaitan yang tentunya menarik.

Pada sesi pertama topik yang akan diangkat adalah “Blockchain & Cryptocurrency Disruption, Asking for Permission or Forgiveness”. Dalam sesi ini panelis yang akan hadir sebagai narasumber adalah Merlina Li (Co-founder Indonesia Blockchain Networking), M Reza Avesena (CTO, PT. Santara Daya Inspiratama), Regi Wahyu (CEO, Hara), Sue Meng Chan (Sentinel Chain), dan Teguh K. Hatmanda (Community manager, Ethereum Meetup Indonesia) sebagai moderator.

Pada sesi kedua topik yang diangkat adalah “The future of Blockchain & Cryptocurency in Indonesia”. Panelis yang hadir sebagai narasumber pada sesi kedua ini tidak kalah menarik yaitu Pang Xue Kai (CEO, TokoCrypto), Wong Shin Tatt (Solution Architect, NEM) Mochamad James Falahuddin (Executive Director , Indonesia Blockchain Society), dan Rama Mamuaya (CEO, DailySocial.id) sebagai Moderator.

Membahas blockchain di Indonesia menarik untuk diangkat sebab membawa tantangan tersendiri bagi Indonesia. Blockchain sendiri diyakini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam perkembangan industri di Indonesia. Blockchain dengan yang memiliki pendekatan desentralistik diharapkan mampu menjadi solusi kebutuhan terhadap privasi data dan perlindungan data serta menjawab kebutuhan kecepatan dan ketepatan transaksi di wilayah Indonesia yang luas. karena tidak hanya dijalankan pada satu server melainkan secara konsensus, teknologi blockchain dapat mengkondisikan setiap server melakukan replikasi data dan verifikasi data sehingga relatif aman dari serangan hack sehingga data yang ada tidak dapat hilang, rusak, ataupun dipalsukan pihak tidak bertanggungjawab.

Melalui diskusi panel ini masing-masing dari narasumber akan saling memaparkan implementasi blockchain yang sudah mereka terapkan dengan karakter masing-masing dan juga tantangan-tantangan yang ada dalam implementasi blockchain terutama terkait dengan regulasi dan batasan-batasan yang ada di Indonesia yang saat ini tidak ideal. Bagaimana blockchain diterapkan, tidak hanya pada proses menjadi suatu produk dan digunakan tetapi tetap harus mengikuti regulasi yang ada. Selain itu juga akan dibahas bagaimana pemerintah akan menyikapi perkembangan teknologi blockchain dan juga menyiapkan regulasinya agar blockchain menjadi salah satu teknologi yang mampu menjadi wadah perkembangan Industri dan teknologi di Indonesia dapat diterapkan secara optimal.

Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang teknologi Blockchain, daftar sekarang dan dapatkan promo 12.12 dengan harga mulai IDR 200.000 pada  dengan cara follow social media kami di :

-IG BCTN 2018: bctn.xyz (instagram.com/bctn.xyz)

-Twitter BCTN 2018: (twitter.com/bctnxyz)

Promosi ini akan berakhir pada tanggal 05 Desember 2018.